Jumat, 19 Juli 2013

Manfaat dan Indahnya kebersamaan Bukber

Hayoo siapa yang tak pernah ikut Bukber?

Bukber alias buka puasa bersama menjadi moment paling tepat yang dilaksanakan saat bulan ramadhan.  Rasa senang penuh canda tawa selalu meramaikan suasana kebersamaan karena berbagai rangkaian acara  indah telah dirancang demi bertemunya sekumpulan orang dalam satu tempat yang  ditentukan. Bisa jadi mereka adalah sebuah komunitas sosial, rekan kerja, teman lama, teman sekolah dan kampus. Tak mau kalah, di kalangan pesantren pun juga diselenggarakan bukber.

Sekarang, izinkan saya sedikit bercerita tentang pengalaman saya tentang manfaat dan indahnya kebersamaan buka puasa bersama di Pesantren Mahasiswa An-Nur Wonocolo Surabaya. Acara ini diselenggarakan oleh OSPM (Organisasi Santri Pesantren Mahasiswa) An-Nur yang dinamakan dengan "Serambi Ramadhan".

Apa manfaat "Serambi Ramadhan" dan "Buka Puasa Bersama"?


1. Serambi ramadhan di pesantren selalu mengangkat tema "Meningkatkan Solidaritas dan Silaturrahmi kebersamaan di Bulan Ramadhan". Seperti halnya di pesantren yang saya tempati, acara telah dirancang panitia secantik mungkin demi bertemunya semua kalangan santri putra dan santri putri untuk berkumpul menjadi satu. Tidak hanya itu juga, kami selaku panitia bukber juga mendatangkan anak yatim, fakir miskin  dan orang lanjut usia di sekitar pesantren untuk datang dan menikmati buka bersama. Dalam waktu itu juga kita belajar menyantuni mereka dengan memberikan infaq dan kebutuhan pokok bagi mereka. Jadi, semua santri bisa berkumpul bersama menjalin hubungan silaturrahmi antar santri, tetangga di sekitar pesantren juga menyantuni orang yang sangat membutuhkan.

2. Seiring dengan khatamnya kitab-kitab baru yang dipelajari saat bulan ramadhan, maka saat serambi ramadhan dan buka puasa bersama panitia selalu mendatangkan ustad/zah dari luar pesantren. Hal ini bisa "meningkatkan ilmu pengetahuan para santri dan tamu undangan". Sebut saja saat serambi ramadhan tahun lalu datang seorang ustad yang menyandang gelar penyair dan dikenal khalayak umum sebagai satrawan dan budayawan dari Sumenep, Ustad KH. Zawawi Imron. Sungguh betapa hebat beliau menyemangati kami para santri dan masyrakat untuk tetap meningkatkan dan selalu meningkatkan kualitas iman dan ibadah kita dengan syair-syair indahnya.

3. Menjadikan kita sebagai manusia yang selalu bersyukur atas segala nikmat yang diberikan Allah SWT. Bagaimana tidak? Kita, para santri selalu tersentuh hati ketika melihat mereka yang datang (orang yang membutuhkan). Betapa bersyukurnya kita bisa hidup dalam keadaan berkecukupan hingga saat ini dan semoga seterusnya. Kita juga wajib bersyukur atas nikmat termasuk keadaan kita yang masih diberi kesehatan jasmani rohani, dan kesempatan menghirup udara bebas setiap hari untuk bisa menjalankan puasa di bulan Ramadhan. Hal ini semata-mata sebagai wujud rasa terima kasih kita kepada Sang Pencipta. Maka lantunan ayat dan syair indah terucap dari bibir-bibir kita bersama, dan terus bersenandung menyebut Asma-Nya menjelang buka puasa bersama (Membaca ayat-ayat Al-qur'an dan bershalawat).

Dengan berakhirnya waktu isya, acara pun ditutup dengan tarawih bersama. Namun kebersamaan kita tak akan pernah berakhir. Betapa indah dan bermanfaatnya buka puasa bersama mereka. Ingin rasanya aku  mengulang kembali ramadhan tahun ini di pesantren...

Inilah suasana buka puasa bersama di pesantren...

Pembuka acara : Shalawat banjari santri An-Nur

KH. Imam Ghazali Said selaku pengasuh ketika melantunkan ayat dan doa bersama

Bersama para santriwati menikmati suasana bukber dengan kitab "Al 'ad iyatu wal Adzkar"
 Semoga bermanfaat kawan....

Best luck,
@meellooon


1 komentar:

  1. Bukber emang bikin moment yg sgt beda,,,apalagi kalo yg sdh lma gk ktmu,,,,nice post non

    BalasHapus