Kamis, 10 Februari 2011

Jangan Panggil aku "Dek..."

Sering kali kita tak sadar dengan apa yang kita lakukan, seperti halnya perbuatan kita, sikap, tingkah laku yang mencerminkan pribadi kita. tak dapat dipungkiri bahwa hal-hal seperti itu yang melekat dari diri kita menjadi tontonan bahkan penilain untuk orang di sekeliling kita.
Pernah suatu ketika aku mengikuti sebuah organisasi, dimana seharusnya aku dan temen-temen masuk dalam kategori senior karna temen-temen yang seangkatan denganku telah mendaftar ditahun sebelumnya. Sedangkan aku baru menjadi anggota dan masih dikategorikan junior atau anggota baru. Baru mendaftar bukan berarti seangkatan. hehhe,, (sok tua...)

Di situ, anak yang seangkatan dengan ku, terus-terusan memanggil dek.... lagi-lagi dek......
it's Ok lah, aku nganggepnya junior karna aku emang jadi anggota baru meskipun sebenarnya umur kita sama.
Tapi yang paling parah, ketika aku pulang dan turun bersama seorang cewek dari bus dimana kita semua se-bus adalah semua anggota dari organisasi tetrsebut. Sebelum menyebrang jalan raya sembari menunngu berbagai kendaraan yang terus melaju, aku melontarkan senyumku padanya. Dia pun mendekatiku. Aku panggling dengan dia, karna selama kegiatan organisasi berlangsung selama 3 hari, aku tak melihatnya sama sekali dalam forum diskusi, maupun dapur yang bertugas bagian konsumsi, bahkan ketika istirahat pun. dan disamping jalan raya pun kita berjabat tangan saling menyebutkan nama, dan alamat yang dituju (hehhe, kayak pak pos ajeh,,, iya nih cyiiinnn kan mau pulang, capa tau ga searah). "Dek, kamu fakultas apa? itulah pertanyaan yang dia lontarkan setelah perkenalan. Sebenarnya aku rada penasaran dengan nih cewe. karna pantas dibilang semester  7, bisa juga semester 5 kayak aku, bahkan semster 3 pun bisa. Dan ketika hendak menyebrang,,, Astaganaga, dia menggandeng tanganku, padahal aku bisa nyebrang sendiri... Karna dia si empunya kota Mojokerto, dia menanyaiku kembali "Kamu naik bis kuning ya dek,,,sini sekalian aku temenin, aku juga nunngu jemputanku",,,,, dan lagi-lagi...tangannya itu loh... mbok ya tanganku dilepaskan napa,,, jangan digandeng mulu,,, aku kan bukan adek kecil,, Dengan rasa penasaran ku yang menggebu, aku memberanikan diri tuk bertanya dengan menyelipkan topik lain, "Emang kamu semester berapa MBAK ????, kok ga pernah keliatan ???",,, senyumku menyudahi. "Aku semster 3 DEK, iya jarang nongol, krna aku ada di dapu kesekretariatan. Emang kamu sendiri semrter satu kan DEK ????.Deg... Kaget rasanya, Ingin rasanya aku tertawa lebar-lebar atas panggilan DEK itu, menggandeng tangan, "Aku semester 5 MBAK !!!' kujawab dengan tersenyum. wajah itu tiba-tiba kelihatan merah merona, tanganya menahan senyum malu. Aku pun sebenarnya juga ingin menahan tawaku.
Dalam hati kuberkata, ingin rasanya aku bertanya kenapa dia bisa memanggilku "dek', apa karna tubuhku yang masih mungil, denagn wajahku yang imut (mulai deh lebay), atau dengan sikapku yang kekanak-kanakan dan sok ceria ?
yah,,, tapi inilah aku dan sifatku, meski aku telah mennerima cap dari temen2 sbagai anak yang ga bisa diem, cerewet, kayak anak kecil,,,, tapi, This is real, this me.... ;)


Meel_lah

1 komentar:

  1. Thank you for your kind comments on my blog. You are beautiful, and I love your picture at the top, and the way you designed your blog.

    Teri

    BalasHapus