Minggu, 01 Januari 2012

Resolusi Juara 2012

With Internet, Be the best I can be !

          Tak terasa, waktu berlalu begitu cepat. Masa lalu hanya menjadi kenangan dan pengalaman yang mungkin bisa berharga tuk kedepannya nanti. Berjuta jejak langkah telah mewarnai roda kehidupan. Hingga tiba di awal tahun 2012 ini, langkah baru untuk menjadi lebih baik bahkan terbaik harus disusun oleh diri sendiri. Menyusun impian sedini mungkin. Itulah yang harus kita renungkan di awal tahun baru ini. Karena dari bermimpilah tujuan hidup ini jelas.
          Untuk membuka lembaran baru di tahun 2012, setiap orang pasti mempunyai resolusi terbaik untuk dirinya, yang pastinya ingin lebih baik dari tahun sebelumnya. Sehingga komitmen menancap dalam diri untuk harapan dan impian yang lebih baik.
          Sederetan impian telah tertancap dalam dada untuk menghiasi resolusiku. Semua kususun dengan indah. Be the best I can be, itulah Resolusi Juara 2012 ku. Hari ini aku menatanya, esok kujalani, dan semoga Tuhan meridloi atas planning-ku. Karena bukan hanya untuk diri ini semata, untuk orang sekitar dan semua.
         Bismillah, semoga bukan hanya sekedar impian, inilah resolusiku :

 1. Aktif di Dunia Jejaring Sosial
Dunia maya  telah mengantarkan aku meraih impianku. Dengan internet, aku bisa terhubung dengan Facebook, twitter, dan blog. Ketiga jejaring sosial tersebut telah kugenggam erat-erat. Karena dari merekalah aku bisa mendapat informasi tentang dunia tulis menulis. Berbagai event lomba menulis ada pada mereka. Sehingga aku bisa berjelajah dari link satu ke link lainnya. Berbagai juara kepenulisan mulai dari nominator, karya favorit hingga juara umum dari menulis bisa aku raih. Nah, di tahun 2012 ini aku harus lebih aktif lagi memanfaatkan speedy di rumah untuk terhubung dengan jejaring sosial. Mungkin dalam setiap bulan dulu aku hanya ikut tiga event saja, tapi kali ini aku harus berpartisipasi dalam setiap event.

Jumat, 02 Desember 2011

Me and My Idol



Tiada hari tanpa COMPAQ …

Itulah kalimat  yang patut kuungkapkan untuk laptop tersayangku, Compaq 510. Tiga tahun yang lalu ibu membelikan laptop ini untukku demi menunjang aktivitasku, terutama sebagai mahasiswa. Syukur alhamdulillah, keinginanku tercapai untuk mempunyai notebook yang mudah dibawa kemana-mana, terlebih dalam perantauan aku menuntut ilmu di kota Surabaya. Bersama Compaq 150 aku kejar impianku, kuraih cita-citaku demi masa depan nanti.

Compaq, you are not only my idol, 
but also everything for me !

Jumat, 11 November 2011

JODOHKU ...

Jodohku...

Apa kau jg rindu padaku? Bagaimana dengan Qur'an mu? Sudahkah kau baca diantara maghrib dan isya'? Apa yg kau pahami dari surah itu? Ceritakanlah kepadaku....Aku siap mendengarkan., dan begitu jg dengan keluh kesahmu,aku siap berbagi sayang...

Perubahan apa yg kau lakukan dari hari ke hari sayang? semakin membaikkah? Tak kau sentuh kan hal-hal yg dilarang agama?

Aku berharap seperti itu...Jodohku....

disetiap langkahku dan seusai shalatku.

ku titipkan AL -Fatihah untukmu,agar kau slalu berada dijalan-Nya..

Teks MC Pernikahan

Test.... test... test...
Suara dicoba ....
Satu... Dua... Tiga...

HAi.......hai pemirsa............ jumpa lagi dengan saya si mileh,,,,,, pastinya dalam kunjungan yang sama  tuk menekuni dunia mc & presenter. Dan edisi kali ini saya akan membahas teks MC PERNIKAHAN. Tauuu sendiri kan nih bulan apa ??? Yupz bulan kawin.... 
kawiiinnn.....
kawiiinnn....
minggu depan aku kawiiiinnn
kawiinn
kawiinn
#sambil joget menyanyikan lagu Project Pop Batal Kawin.

Intermezzo nih pemirsa....

Langsung ajeh yeh...
Siang tadi sobatku request buat minta teks MC.
Nih,,, siapp deh bozz langsung aku aplud teks yang pernah aku pake waktu nge-mc nikahnya teman....
tapi sebaiknya dunlud and baca dulu ya link ini ; How to be a good MC

After that ..
Cekibrroooooooooooootttt :

Special Edition...???

Hoiii ape kabar ??
Manee suaranya yang disana ?
Hooiiii.. #teriak2 dari para pens
Yang disebelah sini pe kabar ??
#suara melengking sambil nyodorin mix di panggung

*serasa kayak Ayu Ting Tong nihhh

Betewe Aniwe BaSwe......
Kali ini ada special edition nih !!
What ?? Ape jenk? Special Edition ? Kayak majalah ajeh...
#plaaakkkk
lirik kanan lirik kiri

Yuhaaaaa ....
Ceritanya si empu mau pamer Pacar Terbarunya nih
Bener Jenk ???
So, sekarang ga Jomblo ngenes lagi ?
#jomblo sih jomblo, tapi ga usah ngenes kaleeeeeeeeeeeeee !!!!!!
*tuuuiinnkkkkk sambil elus2 dada

Siapa dia..... ouh...ouh siapa diaaaa ????
c
e
k
i
d
o
t
.
.
.
hemmmmm.....

Jumat, 04 November 2011

Famous Short Story - The Necklace

The Necklace
By : Guy De Maupassant

SHE WAS ONE OF THOSE PRETTY AND CHARMING GIRLS BORN, as though fate had blundered over her, into a family of artisans. She had no marriage portion, no expectations, no means of getting known, understood, loved, and wedded by a man of wealth and distinction; and she let herself be married off to a little clerk in the Ministry of Education. Her tastes were simple because she had never been able to afford any other, but she was as unhappy as though she had married beneath her; for women have no caste or class, their beauty, grace, and charm serving them for birth or family. Their natural delicacy, their instinctive elegance, their nimbleness of wit, are their only mark of rank, and put the slum girl on a level with the highest lady in the land.

She suffered endlessly, feeling herself born for every delicacy and luxury. She suffered from the poorness of her house, from its mean walls, worn chairs, and ugly curtains. All these things, of which other women of her class would not even have been aware, tormented and insulted her. The sight of the little Breton girl who came to do the work in her little house aroused heart-broken regrets and hopeless dreams in her mind. She imagined silent antechambers, heavy with Oriental tapestries, lit by torches in lofty bronze sockets, with two tall footmen in knee-breeches sleeping in large arm-chairs, overcome by the heavy warmth of the stove. She imagined vast saloons hung with antique silks, exquisite pieces of furniture supporting priceless ornaments, and small, charming, perfumed rooms, created just for little parties of intimate friends, men who were famous and sought after, whose homage roused every other woman's envious longings.
When she sat down for dinner at the round table covered with a three-days-old cloth, opposite her husband, who took the cover off the soup-tureen, exclaiming delightedly: "Aha! Scotch broth! What could be better?" she imagined delicate meals, gleaming silver, tapestries peopling the walls with folk of a past age and strange birds in faery forests; she imagined delicate food served in marvellous dishes, murmured gallantries, listened to with an inscrutable smile as one trifled with the rosy flesh of trout or wings of asparagus chicken.
She had no clothes, no jewels, nothing. And these were the only things she loved; she felt that she was made for them. She had longed so eagerly to charm, to be desired, to be wildly attractive and sought after.
She had a rich friend, an old school friend whom she refused to visit, because she suffered so keenly when she returned home. She would weep whole days, with grief, regret, despair, and misery.

STUDI HADITS

--[if gte mso 9]>
SEJARAH PERTUMBUHAN DAN
PERKEMBANGAN HADITS

  1. HADITS PADA MASA NABI MUHAMMAD SAW.
  1. Masa Pertumbuhan Hadist.
Nabi Muhammad adalah panutan dan tokoh masyarakat. Dalam kapasitasnya sebagai Rasul, pemimpin masyarakat, panglima perang, kepala rumah tangga dan teman, segala tingkah laku, ucapan dan petunjuk yang disampaikan disebut hadist yang merupakan bentuk implementasi dari ajaran-ajaran Islam yang didasarkan pada Al-Qur’an. Pada masa itu, hadist berkembang seiring dengan pewahyuan Al-Qur’an dan pembentukan hukum Islam dan dasar-dasarnya. Sebagai penyampai wahyu, Nabi menegaskan ayat-ayat, menerangkan makna yang dikandungnya, menjelaskan hukum-hukumnya dan mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga menjadi seorang pengajar, hakim, mufti, dan pemimpin sepanjang hidupnya. Segala persoalan yang berkaitan dengan umat Islam, baik yang kecil maupun yang besar, dan dalam segala aspek, baik yang dijelaskan ataupun tidak oleh Al-Qur’an selalu dikembalikan kepada Nabi, baik berupa qawliyah, fi’liyah maupun taqririyah.[1]

  1. Cara-Cara Sahabat Memperoleh Hadits Nabi
Adapun cara para sahabat dalam memperoleh hadits Nabi secara ringkas adalah sebagai berikut:[2]
a)      Para sahabat memperoleh hadits dengan mengikuti majelis-majelis Nabi.
b)      Para sahabat memperoleh hadits dengan cara menyaksikan peristiwa-peristiwa yang terjadi pada diri Nabi.
c)      Para sahabat memperoleh hadits dengan menyaksikan peristiwa-peristiwa yang terjadi pada umat Islam.
d)     Para sahabat memperoleh hadits dengan cara menyaksikan segala sikap dan tingkah laku Nabi, dalam hal ini banyak berkaitan dengan masalah-masalah ibadah dan mu’amalah.

Long Time No Post

Maybe it is first month I write in this year. I can not post my writing routine. Just now I read some bloggers post good theme. Now, I reall...