Minggu, 20 Februari 2011

-Dibalik ”If You Are Not The One”-


”If You Are Not The One”- By Daniel Bedingfield

If you’re not the one then why does my soul feel glad today ?
If you’re not the one then why does my hand fit yours this way ?
If you’re not the one then why doesyour heart return my call
If you’re not mine would I have the strength to stand at all
I never know what the future brings
But I know you are here with me now
We’ll make it through
And I hope you are the one I share my life with

I don’t wanna run away but I can’t take it, I don’t understand
If I’m not made for you then why does my heart tell me that I am ?
Is there any way that I can stay in your arms ?

If I don’t need you then why am I crying on my bed ?
If I don’t need you then why does your name resound in my head ?
If you’re not for me then why does this distance maim my life ?
If you’re not for me then why do I dream of you as my wife ?

I don’t know why you’re so far away
But I know that this much is true
We’ll make it through
And I hope you are the one I share my life with
And I wish that you could be the one I die with
And I’m praying you’re the one I build my home with
I hope I love you all my life

I don’t wanna run away but I can’t take it, I don’t understand
If I’m not made for you then why does my heart tell me that I am ?
Is there any way that I can stay in your arms ?

’cause I miss you, body and soul so strong thai it takes my breath away
And I breath you into my heart and pray for the strength to stand today
’cause I love you, whether it’s wrong or right
And though I can’t be with you tonight
You know my heart is by your side

I don’t wanna run away but I can’t take it, I don’t understand
If I’m not made for you then why does my heart tell me that I am ?
Is there any way that I can stay in your arms ?

 ”Hmmm.... kenapa ya pasangan Amerika lebih menerapkan monogami yang tak sebanding di Indonesia dengan poligami? Padahal jelas-jelas relationship opposite sexes mereka bisa jadi closefriend tanpa status pernikahan?” tukas Meme dalam kebingungan dengan personal relationship pada budaya Amerika.
 Hari ini, tiga sahabat secara tidak sengaja mengenakan kaos item-item, sedang mengerjakan tugas cross cultural uderstanding. Tak seperti biasanya mereka selalu ber-4 dalam setiap kesempatan (rona 4 cahaya). Ketiga cahay telah berkumpul, Meme, Nilna, Nasya, dan kali ini satu cahaya satu cahaya dalam kelompok yang berbeda, yakni Fina.
 ”Mulai ngantuk gue!” seru Nasya.
” I don’t wanna run away but I can’t take it, I don’t understand...”Nilna menirukan lyric dalam lagu yang diputar di winamp laptop.

Meme menengar dengn seksama. Terharu dan terhanyut. ”Btw, lagu siapa nih..? dalem banget...” dia bertanya dengan rasa penasaran.
”Astaga Me....kemane aje loh.... ni lagunya Daniel Bedingfield-nya westlife..coba deh lo dengerin dengan seksama, sekarang gue puter lagi” Nasya mengejek Meme kemudian menghadap laptp dan siap meng-klik judul lagu itu tuk diputar kembali.
”Oia, aku punya teks-nya!” tambah Nilna dengan gaya biasanya-selalu tergesa-gesa, sambil mengambil sebuah buku binder tebal di almarinya, binder itu berisi teks-teks lagu western yang bisa dibilang t-o-p-b-g-t dan beberapa catatan penting dia ketika menimba ilmu di Pare-kampung Inggris.

  Dengan kompak, ketiga cewek berkaos hitam itu melingkari sebuah binder yang diletakkakn ditengah-tengah dan telah terbuka teks ”If You Are Not The One”-nya Daniel Bedingfield. Mereka mendengarkan, membaca dengan lirih di setiap sentence yang ada di teks itu. Mereka terbawa arus dalam lagu itu. Sungguh serius.
I don’t wanna run away but I can’t take it, I don’t understand
If I’m not made for you then why does my heart tell me that I am ?
Is there any way that I can stay in your arms ?

 Dalam bait terakhir itu, dengan kompak mereka menyanyikan bersama dan menghayati, mengalahkan si penyanyi asli. Sungguh lebay...
 ”Bener-bener kasian cowok ini, ..” suara Nasya keluar dengan nada memprihatinkan. Diluar dugaan, mereka semua berceloteh membahas lagu itu. Mereka telah mem-paraphrase (mengubah lagu itu dengan gaya bahasa kita sendiri). Dalam hal paraphrase, mereka sudah kebal apalagi dengan puisi-puisi gombal yang biasanya ditugaskan oleh dosen matakuliah literature.
 Suasana kamar sedikit hening ketika lagu itu berakhir diputar untuk yang ke-tiga kalinya. Paraphrase ala bahasa jawa pun telah kita diskusikan dan berhenti sejenak.
 ”Tapi menurut kalian, lebih baik mana, kisah di seperti lagu itu ataukah kisah dari sepasang kekasih yang belum mendapatkan restu dari orang tuanya?” Nilna mengajukan pertanyaan yang membuat Meme dan Nasya tercengang menatapnya. Tak seprti biasa, dia mengajukan pertanyaan dan dengan nada seperti itu.
diam sejenak... ” Ya... lebih baik sepeti di lagu, karna si cowo bener-bener mencintainya, dan optimis bahwa suatu saat cewe itulah yang akan bersamanya” nasya mengajukan pendapat.
”Enggak Nasya, lebih baik sepasang kekasih yang menjalin hubungan meskipun tanpa restu dari orang tua dari pada seorang cowo yang ada di lagu itu. Dia sangat mencintai cewe itu, meskipun cowo itu belum mengetahui bagaimana perasaan cewe itu padanya. Seakan-akan bertepuk sebelah tangan. Tapi rasa cinta cowo itu begitu kuat meskipun si cewe sudah mempunyai kekasih. Cinta yang bertepuk sebelah tangan itu lebih sakit dari pada sepasang kekasih yang belum mendapatkan restu ortu. Karna apa ? karna pasangan itu masih bisa saling mencintai, berbagi dan saling menyayangi. Terlebih mereka menanggung derita mereka bersama. Tapi..... cinta yang bertepuk sebelah tangan dalam lagu itu, dia memendam rasa itu sendiri, seolah-olah orang yang dicintainya itu hanya ada dalam bayangannya saja. Karna dia tidak menegtahui perasaan pada cowo itu. Yang lebih menyakitkan, cowo itu menanggung rasa sakit itu sendiri.” Meme memberi penjelasan panjang lebar dalam topik itu. Seolah-olah dia pernah terlibat dalam salah satu kisah cinta yang dijelaskan.
”Iya ..ya..betapa kasihannya” Nasya memelas, ”jangan-jangan yang dimaksud Nilna dalam pasangan itu, kisahnya Nilna?” dia menebak dan menatap Nilna. Kurang lebih dua tahun nilna menjalin hubungan long-distance. Kesetiaan dan kejujuran lah yang memperkuat cinta mereka.
Nilna menunduk dan tersenyum dengan pahit.. tak terasa air mata itu membendung di kedua bola matanya. Terdiam dak berkata ”cowokku ppernah bilang padaku jika suatu saat nanti kita tak bisa bersama, dia berharap aku selalu tetap mengingat bahwa kita pernah bersama. Dan dia berkata bahwa apapun yang akan terjadi nanti, keputusan baik atau buruk dia akan tetap menerimanya. Dan hal itu membuatku sedih dan membayangkan bila aku harus berpisah darinya...” suaranya berat dan terisak tangis. Kedua tangan itu menutup seluruh wajahnya. Hatinya sudah tak kuat memendam sesak dalam dada. Air mata itu berjatuhan dan mengalir di pipinya. Dia meletakkan badannya di kasur lantai dan mendengkur dalam tangisan menghadap ke dinding. Meme dan Nasya terdiam dan saling menoleh, membiarkan Nilna menangis krna cintanya. Mungkin karna berbagi dan tangisan lah yang membuat hati lega atas penderitaan yang terpendam dalam dada. Mereka sedikit berusaha menenangkannya.
Nasya mulai membuka mulut ”Aku jadi teringat kisah Fina juga, dari shabat jadi cinta. Cinta Fina itu tumbuh sementara cowo itu meminta Fina dengan kata ”Jaga Jarak”. Tapi cowo itu juga memberi harapan pada fina. Tapi mereka masih bisa dibilang beruntung, ketika fina mencintainya, dia masih mempunyai kesempatan untk menatapmya, berjalan dengannya, bahkan makan bersamanya bisa mmbuat hari-harinya lebih indah karna cowo itu masih nyata ada dan sekampus. Sedangkan aku, ketika aku mendapat sms darinya saja aku sudah merasa bersamanya kembali.” Nasay menunduk dan terdiam.
Dengan tegar Meme mngeluarkan suara-suara yang begitu berat dari tenggorokannya. Semula dia memendam itu untuk tidak mengungkapkannya terlebih dahulu. Kini saatnya ia mengungkapkan meskipun sakit. ”Kalian semua merasakan lebih indah daripada apa yang aku alami dan aku rasakan” dia mulai terisak. Perlahan Nilna mulai bangkit dan duduk dari dengkurannya. Meme melanjutkan ceritanya ”Enam tahun aku bersamanya, ketika kata putus dan perpisahan itu benar-benar memisahkan kita, aku benar-benar menyesal atas kebodohanku sendiri. Sampai saat ini aku masih mencintainya. Aku tak peduli dia merasa sepertia aku atau tidak. Bahkan ketika dua kali aku mendapat penggantinyapun, hanyalah dia yang ada dalam mimpiku. Bayangan masa lalu itu masih jelas dikepalaku. Aku masih mencintainya, dia yang dulu. Sms pun sekarang tak pernah, apalagi bertemu. Perasaanku padanya masih utuh. Dia yang dulu, itulah yang aku rindukan. Meskipun aku tahu waktu tak mungkin berputar tuk kembali ke masa itu lagi. Aku harus memendam rasa ini sendiri. Tetapi biarlah dia menjadi bayangan indah yang tak kan pernah kumiliki lagi. Biarlah rindu ini rindu yang haram menjadi bagianku. Kubiarkan aku mencintai masa lalu itu. Tapi aku yakin, suatu saat Tuhan memberikan yang terbaik untukku, meskipun bukan dia.”
”Ammmiiiin...” Nilna dan Nasya meng-amin-i dan saling tersenyum. Mereka juga yakin bahwa Tuhan telah merencanakan yang terbaik bagi mereka kelak. Lega rasanya mereka dapat berbagi dalam setiap kesempatan. Semua itu gara-gara paraphrase lagu Daniel.

1 komentar:

  1. Some lovely sentiments about love.
    The song also talks about the feeling of despair if they should break up.
    I am glad there are also songs that say you will make it through that also. (That's the mom in me coming out)

    BalasHapus